Doeltrans – Jika Anda mencari destinasi wisata religi yang tidak hanya menyediakan tempat beribadah, tapi juga punya keindahan arsitektur megah serta sejarah yang bermakna, Masjid Al Azhom Tangerang bisa jadi pilihan yang sempurna. Terletak di pusat kota Tangerang, masjid ini telah menjadi ikon keagamaan dan daya tarik wisata yang semakin populer, terutama setelah renovasi yang menambahkan payung besar mirip Masjid Nabawi pada tahun 2023.
Banyak orang hanya tahu Masjid Al Azhom karena ukurannya yang luas dan kubahnya yang megah, namun tidak banyak yang mengetahui sejarah berdirinya dan makna di balik setiap detail arsitekturnya. Mulai dari kubah utama yang termasuk salah satu terbesar di dunia hingga ornamen kaligrafi yang indah, setiap bagian masjid ini punya cerita serta makna yang dalam terkait ajaran Islam dan sejarah kota Tangerang.
Melalui artikel ini akan menjelaskan semua hal itu, mulai dari bagaimana Masjid Al Azhom berdiri hingga keunikan arsitektur yang membuatnya berbeda dari masjid lain. Yuk temukan alasan mengapa masjid ini layak menjadi destinasi wisata religi yang harus Anda kunjungi!
Sejarah Singkat Berdirinya Masjid Al Azhom
Berbagai sumber merangkum bahwa Masjid Al Azhom Tangerang pertama kali direncanakan sebagai bagian dari perkembangan kota Tangerang yang semakin pesat, dengan Wali Kota saat itu, Dr. H. Djakaria Machmud, sebagai penggagas utama. Pemerintah Kota melakukan peletakan batu pertama pada tanggal 7 Juli 1997, bertepatan dengan hari kelahiran tokoh berpengaruh pada masa itu, Pak Soeharto.
Sebelum pembangunan, tim pengurus mengundang ulama, tokoh agama, dan masyarakat untuk berdiskusi agar masjid ini benar-benar menjadi pusat ibadah, dakwah, dan kegiatan sosial yang bermanfaat. Nama “Al Azhom” yang berarti “agung” atau “besar” terpilih setelah melalui seleksi ketat dari 300 nama yang diajukan berbagai pihak.
Pembangunan masjid ini menghabiskan waktu sekitar 6 tahun dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan yayasan yang dibentuk oleh masyarakat sekitar. Arsitek yang menggariskan desainnya adalah Ir. H. Slamet Wirasonjaya, guru besar arsitektur di ITB, yang terinspirasi dari masjid terkenal seperti Hagia Sophia di Istanbul dan Masjid Sultan Salahuddin Aziz Syah di Kuala Lumpur.
Masjid Al Azhom resmi diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia Said Agil Husin Al Munawar pada 28 Februari 2003. Sejak itu, masjid ini menjadi salah satu landmark keagamaan dan budaya terbesar di Provinsi Banten, dengan kapasitas menampung hingga 15.000 jamaah. Tahun 2023, masjid ini mengalami renovasi dengan penambahan empat payung raksasa mirip Masjid Nabawi, yang menjadikannya semakin populer sebagai destinasi wisata religi di Tangerang.
Arsitektur Megah Masjid Al Azhom Tangerang
Arsitektur Masjid Al Azhom Tangerang juga sarat makna filosofis yang menyampaikan pesan spiritual. Setiap elemen bangunan, mulai dari kubah hingga menara, dirancang dengan penuh perhitungan oleh arsitek Ir. H. Slamet Wirasonjaya, guru besar arsitektur ITB, yang terinspirasi dari masjid terkenal di Timur Tengah dan ciri khas lokal kota Tangerang.
Hasilnya, masjid ini menjadi landmark ikonik yang menggabungkan keindahan estetika dan makna keagamaan dengan sempurna. Sekarang, setelah renovasi tahun 2023, kemegahan arsitektur masjid ini semakin terasa dengan penambahan payung taman mirip Masjid Nabawi. Berikut adalah keunikan arsitektur Masjid Al Azhom Tangerang yang membuatnya berbeda dari masjid lain!
1. Kubah Tanpa Penyangga

Masjid Al Azhom memiliki lima kubah besar yang melambangkan lima rukun Islam dan shalat wajib lima waktu. Masjid mencapai keunikan ini melalui kombinasi kubah utama dengan empat kubah setengah lingkaran di sekelilingnya, yang saling menopang satu sama lain.
Hasilnya, ruang shalat menjadi sangat luas dan bebas dari tiang, memberikan kesan lapang dan nyaman bagi hingga jamaah. Perancang kubah menggunakan bahan batu yang mirip dengan batu benteng zaman dahulu, sehingga mencerminkan identitas kota Tangerang yang mendapat julukan “kota benteng.”
2. Menara yang Simbolis dan Menginspirasi

Empat menara menghiasi Masjid Al Azhom dan melambangkan empat ajaran utama Islam: akidah, akhlak, syariah, dan ibadah. Mereka mengadaptasi bentuk menara dari Masjid Sultan Salahuddin Aziz Syah di Kuala Lumpur, sementara ujungnya yang berbentuk rudal mendapat inspirasi dari Masjid Hagia Sophia di Istanbul.
Kombinasi tersebut membuat tampilan yang modern namun tetap mempertahankan nuansa tradisional Islam. Selain itu, menara juga berfungsi sebagai menara panggilan shalat (muezzin) dan titik pandang yang bagus untuk melihat pemandangan kawasan sekitar masjid. Keberadaan empat menara ini menambah kesan megah dan kokoh pada bangunan masjid.
3. Payung Taman Mirip Masjid Nabawi

Pada bulan September 2023, Masjid Al Azhom mengalami renovasi dengan penambahan empat payung besar di halaman masjid yang menyerupai payung di Masjid Nabawi, Arab Saudi. Payung ini segera menjadi daya tarik utama baru, menambah kesan megah dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin duduk atau berdiam diri di halaman masjid.
Selain payung, kawasan masjid juga terintegrasi dengan taman elektrik dan Puspem Kota Tangerang tanpa pembatas apapun. Renovasi tersebut meningkatkan keindahan estetika sekaligus menjadikan Masjid Al Azhom pusat sosial dan budaya di kota Tangerang. Banyak pengunjung datang untuk beribadah, berswafoto, berkeliling, atau sekadar menikmati suasana damai dan penuh makna.
Tips Kunjungan Wisata Masjid Al Azhom
Pilihlah waktu kunjungan yang tepat untuk mendapatkan pengalaman wisata di tempat ini dengan maksimal. Anda sebaiknya memilih waktu pagi atau sore hari untuk kunjungan Anda. Waktu ini menawarkan cuaca sejuk dan sinar matahari yang ideal untuk berswafoto, terutama di area payung taman yang menyerupai Masjid Nabawi.
Hindari jam shalat besar jika hanya berwisata, karena masjid akan ramai dengan jamaah. Saat bulan Ramadan, masjid juga mengadakan festival dengan bazar dan acara budaya yang seru, cocok untuk ngabuburit bersama keluarga.
Pastikan untuk mengikuti aturan yang ada dan persiapkan peralatan yang dibutuhkan supaya kunjungan berjalan lancar. Wanita harus memakai pakaian sopan yang menutupi lengan dan kaki, dan Anda sebaiknya membawa kerudung jika ingin memasuki ruang salat. Bawa botol minum karena kawasan luas, dan gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan. Jaga ketenangan kawasan, hindari bersuara terlalu keras atau melakukan aktivitas yang mengganggu ibadah.
BACA JUGA : Wisata di Tangerang yang Buka 24 Jam
Pilihan Layanan Transportasi Wisata
Jika Anda berkunjung bersama keluarga atau rombongan, sewa mobil atau bus pariwisata dengan sopir profesional. Layanan ini memberikan kenyamanan dan fleksibilitas lebih untuk mengatur jadwal dan rute perjalanan Anda. Sebagai penyedia layanan transportasi wisata terpercaya, Doeltrans memudahkan perjalanan Anda ke Masjid Al Azhom Tangerang dan destinasi lain di Jabodetabek.
Doeltrans menyediakan armada lengkap. Jangan biarkan masalah transportasi mengganggu keseruan kunjungan Anda ke Masjid Al Azhom Tangerang. Kunjungi website Doeltrans sekarang untuk melihat pilihan armada, memesan layanan dengan mudah, dan mendapatkan penawaran khusus rombongan. Percayakan perjalanan wisata Anda pada Doeltrans, solusi transportasi yang praktis dan terpercaya berikut!
